Berita Terkini
Gambar

Polri tidak boleh asal tembak mati para pelaku begal


Jakarta, 24 Juli. Dalam rangka melakukan tindakan hukum yang terukur kepada pelaku begal, Ahmad Sahroni meminta kepada pelaku begal untuk tidak boleh asal dalam melakukan tindakan. Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI tersebut Polisi harus lebih cermat lagi dalam mengambil tindakan yang.

"Polisi harusnya lebih banyak bergerak, jadi tidak usah melulu tembak mati, kita jangan balik lagi ke Orde Baru," tegas Sahroni

Bagi Sahroni, melakukan upaya tembak mati merupakan pilihan terakhir jika pelaku memang betul-betul membahayakan aparat dan masyarakat. Ia beranggapan bahwa pihak kepolisian seharusnya mampu melakukan kalkulasi yang tepat terhadap pelaku begal sesuai hak asasi manusia dan juga undang-undang yang berlaku.

Pernyataan Sahroni ini guna merespon pernyataan Walikota Medan Bobby Nasution yang meminta aparat hukum untuk menindak tegas pelaku begal yang ada disana. Ia berpendapat bahwa masih ada acara yang lain sebelum melakukan tindakan tembak mati. Lebih lanjut Sahroni meminta agar kinerja Polda Sumut dievaluasi terkait penanganan begal, terutama di Kota Medan.

"Kita tidak usah tembak sana, matiin, tidak perlu. Kalau Polda Sumut tidak bisa melakukan apa yang menjadi kenyamanan masyarakat, kapoldanya dievaluasi. Kapolri sudah perintahin, kalau kapoldanya tidak bisa kerja, tiga bulan evaluasi," tukasnya.



Bank Foto

Dokumentasi kegiatan Akademi Bela Negara NasDem